Menjelang digelarnya Piala Dunia 2018, terdapat kabar yang tidak mengenakkan dari sang tuan rumah. Beberapa media dunia mengabarkan tentang adanya kemungkinan tindakan rasisme yang akan dilakukan oleh suporter dari negara Rusia. Hal ini bukanlah tuduhan atau perkiraan yang tidak berdasar. Suporter dari Rusia kerap melakukan tindakan yang berbau rasisme ketika sedang mendukung sebuah tim baik itu timnas Rusia maupun klub bola asal Rusia.

Yang paling mengkhawatirkan adalah soal data kasus rasisme suporter sepakbola di Rusia yang masih tinggi ditahun-tahun terakhir ini. Data yang tercatat untuk sebuah kasus pelanggaran yang mewarnai kehidupan sepakbola di Rusia menyebutkan bahwa tindakan rasisme masih cukup tinggi. Tindakan rasisme yang dimaksud berupa gerakan tubuh suporter dan yang paling sering terjadi adalah nyanyian dukungan atau  chant.

Adanya tindakan rasisme pada sebuah ajang Piala Dunia tentu saja akan sangat menciderai sportifitas. Rasisme memang menyangkut pada kesetaraan dan juga soal menghargai orang lain sesama manusia. Namun pada sepak bola, tindakan rasisme akan sangat tidak adil dalam sebuah pergelaran pertandingan.

Bagaimana tidak, seorang pemain bisa menjadi tersulut emosinya ketika sedang berada di dalam lapangan ketika diteriaki dengan berbagai kata yang menyindir ras mereka. Para pemain bisa jadi akan kehilangan konsentrasinya ketika sedang bermain dan bahkan bisa jadi akan menghentikan pertandingan hanya untuk menghampiri suporter yang bertabiat buruk dengan tindakan rasismenya.

Kekhawatiran soal rasisme pada suporter Rusia juga sangat berdasar jika melihat sejarah beberapa tahun terakhir. Selain catatan kelam pada kasus pertandingan bola di Rusia yang menyangkut kasus rasisme, terdapat kesaksian dari pemain besar Liga Inggris yaitu Yaya Toure. Pemain klub bola Manchester City ini pernah ikut memberikan kesaksian dan komentar terkait kasus rasisme di Rusia. Yaya berharap sekali kejadian pada tahun 2013 tidak terjadi lagi.

Suporter Rusia

Dirinya menuturkan bahwa pada tahun 2013 lalu ketika melakoni pertandingan bersama Manchester City melawatan CKSA Moskwa, terdapat tindakan suporter yang sangat melukai hatinya. Yaya Toure bukanlah pemain yang sering terlibat kasus dengan para penggemar si kulit bundar selama karirnya. Namun beberapa waktu yang lalu, Yaya Toure memberikan pernyataan tersebut kepada media. Bahkan, diketahui pula dirinya bersama para pemain bola kulit hitam asal Afrika mengancam untuk tidak datang ke Piala Dunia 2018 jika kasus rasisme suporter bola tidak ditangani.

Kabar soal tingginya kultur mendukung tim bola dengan bumbu rasisme di Rusia ini ditanggapi serius oleh FIFA. Berbagai kekhawatiran termasuk juga soal pernyataan dari Yaya Toure didengar dan diberikan komentar langsung oleh Presiden FIFA yaitu Gianni Infantino. Kasus rasisme dan kekhawatiran sejumlah pihak ini memang ditanggapi sangat serius oleh FIFA dengan memberikan kewenangan lebih untuk wasit untuk menghentikkan pertandingan.

Menurutnya, ketika memang nantinya terdengar adanya tindakan yang berbau rasisme pada pemain sepak bola atau bahkan pada sebuah negara, maka pertandingan bisa dihentikkan. Bahkan, Presiden FIFA tersebut juga menjamin ketegasan soal kasus rasisme ini dengan memberikan sanksi keras untuk membuat pertandingan batal digelar jika suporter rasis masih menciderai indahnya pertandingan sepak bola pada gelaran Piala Dunia 2018 esok.

Sebenarnya, federasi sepak bola dari Rusia tidak hanya tinggal diam. Beberapa tahun terakhir telah diberikan sanksi tegas kepada para klub Rusia yang masih memiliki suporter dengan kultur suporter yang tidak baik. Meskipun begitu, tingkat kemungkinan adanya kasus rasisme terutama untuk lawan dari timnas Rusia masih sangat mungkin terjadi sehingga memang mengkhawatirkan banyak pihak.

Leave a Reply