Piala Dunia FIFA 2018 tahun ini digelar di Negara Rusia. Negara Rusia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2018, karena memenangkan voting yang dilakukan oleh FIFA. Telah banyak yang dilakukan Rusia untuk membuat negaranya menjadi tempat yang layak, bagi terselenggaranya ajang pertandingan sepak bola terbesar di dunia ini. Banyak fasilitas-fasilitas yang sudah ada direnovasi kembali dan banyak juga bangunan baru yang dibangun untuk melengkapi Piala Dunia FIFA 2018.

Tak ketinggalan stadion yang menjadi tempat yang paling penting dari sebuah pertandingan sepak bola. Salah satu stadion yang nanti akan dipakai pada ajang Piala Dunia FIFA 2018 adalah Stadion Petrovsky yang menjadi markas Klub FC Zenit Saint Petersbug. Klub sepak bola ini adalah klub sepak bola yang berasal dari kota Saint Petersbug, Rusia. Sejak didirikan pada tahun 1952, klub FC Zenit Saint Petersbug ini telah menabung cukup banyak prestasi, seperti prestasi tingkat domestik maupun tingkat Eropa.

Klub sepak bola ini juga menjuarai Liga Utama Piala Rusia atau Liga Utama Soviet, Piala Rusia atau Piala Soviet, UEFA Cup dan juga Piala Super Eropa. Stadion Petrovsky juga memilki nama lain yaitu Stadion Lenin. Sebelum dilakukan pembangunan stadion ini, terlebih dahulu diadakan kompetisi arsitektur internasional yang terdiri dari lima pendesain yang ikut berpartisipasi dalam memberikan idenya. Namun, hanya satu yang terpilih menjadi pemenang kompetisi arsitektur internasional ini.

Sang pemenang, yaitu bernama Kisho Kurokawa, seorang arsitek yang berasal dari Jepang. Ia membangun stadion sepak bola dengan konsep modern dan terletak di bagian barat pulau Krestovsky. Pembangunan dimulai akhir tahun 2008 dan baru selesai pada tahun 2017, karena adanya masalah dalam pendanaan yang akhirnya diselesaikan oleh pemerintahan Rusia. Desain yang ditawarkan adalah desain yang berbentuk seperti pesawat ruang angkasa dengan kapasitasnya sekitar 60 ribu kursi penonton.

Stadion Petrovsky

Atap stadion Petrovsky ini memilki luas berukuran 200 m x 90 m. Stadion ini disangga oleh 4 tiang penyangga, yang sekaligus berguna sebagai lampu yang dapat menghasilkan udara panas. Hal ini bertujuan agar salju yang melewati stadion ini akan mudah mencair. Letak stadion ini juga cukup menarik, karena stadion Petrovsky ini terletak di tengah-tengah air, layaknya kapal luar angkasa yang terapung. Letak yang menarik ini menyebabkan stadion Petrovsky menjadi berbeda dari stadion-stadion lainnya yang ada di Rusia.

Dalam pembangunan stadion Petrovsky ini, pemerintah Rusia tidak hanya bekerja sendiri. Kisho Kurokawa yang telah ada, bekerjasama dengan pemerintah Rusia yang juga telah bekerjasama dengan pihak yang berasal dari Jerman. Pihak Jerman memberikan usul mengenai diameter dan tinggi dari stadion ini yang berukuran masing-masing 258 m dan 70 m. Usul lain yang diberikan juga adalah pembuatan kubah berwarna emas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi stadion Petrovsky ini.

Sejarah stadion Petrovsky ini berawal dari seorang arsitektur Rusia yang bernama Ceko Aloise Wejwoda. Ia membangun stadion Petrovsky dari tahun 1924-1925. Sayangnya, stadion ini tak terselamatkan ketika terjadi perang dunia kedua. Lalu pada tahun 1957-1961,  3 orang arsitek bernama NV Baranov, OI Guryev dan VM Fromzel membangun kembali stadion ini dengan kapasitas 33000 kursi. Kursi penonton yang diberikan menggunakan bahan plastik tahan lama dengan warna yang berbeda-beda. Untuk Piala Dunia FIFA 2018, stadion petrovsky ini dapat menampung kapasitas penonton sebanyak 68000 penonton.

Leave a Reply